WhatsApp Icon

BAZNAS RI Perkuat Pertahanan Informasi: Komunikasi Krisis Jadi Senjata Anti-Hoaks

23/08/2025  |  Penulis: Humas Baznas Kota Cimahi

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Perkuat Pertahanan Informasi: Komunikasi Krisis Jadi Senjata Anti-Hoaks

Dokumentasi BAZNAS RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat sistem komunikasi krisis sebagai upaya menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi. Langkah ini penting untuk merespons cepat berita negatif sekaligus memastikan reputasi lembaga tetap terjaga.

Pesan tersebut mengemuka dalam *Pengajian Selasa Pagi* bertema *“Mengelola Berita Negatif di BAZNAS”* yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (19/8/2025). Hadir sebagai narasumber, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., bersama Kepala Biro Komunikasi Publik, Ndari Rumi Widyawati. Kegiatan ini juga diikuti pimpinan serta amil BAZNAS dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota secara daring.

Dalam paparannya, Prof. Nadratuzzaman menegaskan bahwa komunikasi krisis tidak bisa dipandang sebagai respons sementara, melainkan strategi jangka panjang. *“Begitu ada tuduhan, komentar langsung bermunculan tanpa cek fakta. Karena itu BAZNAS harus siap merespons cepat agar isu tidak melebar dan merusak reputasi,”* ujarnya.

Ia menambahkan, cepatnya arus informasi di era digital membuat berita negatif mudah menyebar dan membentuk opini publik. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat merusak kepercayaan muzaki maupun mustahik. *“Dengan penguatan sistem komunikasi, BAZNAS akan lebih siap menghadapi isu atau tuduhan yang beredar di masyarakat,”* jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati menekankan bahwa reputasi adalah aset utama lembaga. *“Reputasi, tata kelola profesional, dan program berdampak adalah tiga fondasi utama BAZNAS. Jika reputasi rusak karena berita negatif, dampaknya akan langsung terasa pada penghimpunan zakat dan penerimaan mustahik,”* tegasnya.

Ndari Rumi kemudian menjelaskan kerangka sistem komunikasi krisis yang dibangun melalui empat tahap utama, yaitu **readiness** (kesiapan), **radar** (deteksi isu), **response** (tindakan cepat), dan **recovery** (pemulihan reputasi). Tahapan ini, menurutnya, menjadi pedoman penting untuk menghadapi dinamika informasi yang begitu cepat.

Ia menambahkan, sistem komunikasi krisis di BAZNAS perlu diterapkan secara menyeluruh, baik di pusat maupun daerah. Implementasinya mencakup pembentukan tim krisis di setiap level, yang terdiri dari pimpinan, ketua, tim komunikasi publik, tim monitoring media, tim hukum, serta layanan muzaki dan mustahik.

Selain itu, sistem ini juga harus dilengkapi dengan mekanisme respons cepat atau *golden hour*, strategi lokalisasi isu, kolaborasi lintas pihak, serta penyampaian informasi melalui satu pintu. Pemanfaatan media internal seperti kanal digital resmi dan media sosial juga menjadi kunci, di samping penguatan jaringan internal-eksternal serta dokumentasi dan evaluasi setiap kasus krisis.

Dengan langkah-langkah tersebut, BAZNAS optimistis dapat menjaga reputasinya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. *“Krisis komunikasi bukan soal apakah akan terjadi, melainkan kapan. Karena itu, BAZNAS harus selalu siap agar setiap isu dapat dikelola dengan cepat, tepat, dan penuh empati,”* pungkas Ndari Rumi.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat