WhatsApp Icon

Serupa Tapi Tak Sama: Membongkar Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah

05/09/2025  |  Penulis: Humas Baznas Kota Cimahi

Bagikan:URL telah tercopy
Serupa Tapi Tak Sama: Membongkar Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah

Dokumentasi Humas Baznas Kota Cimahi

Dalam kehidupan umat Islam sehari-hari, istilah zakat, infaq, dan sedekah tentu sudah tak asing lagi. Ketiganya berkaitan erat dengan ajaran Islam dalam hal berbagi dan pengeluaran harta demi kepentingan sosial. Meski sering digunakan bergantian, sebenarnya ketiganya memiliki pengertian dan ketentuan yang berbeda. Penting bagi setiap Muslim untuk memahami perbedaan ini agar bisa menjalankan ajaran agama dengan tepat, baik dalam memenuhi kewajiban maupun menjalankan amalan yang dianjurkan.

Artikel ini disusun oleh Humas Baznas Kota Cimahi untuk membantu umat Islam memahami lebih dalam tentang makna dan perbedaan dari zakat, infaq, dan sedekah.


Apa Itu Zakat, Infaq, dan Sedekah?

Zakat adalah bagian dari harta yang wajib dikeluarkan oleh Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Ini merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan memiliki aturan yang jelas dalam syariat. Tujuan zakat adalah untuk membersihkan harta serta membantu orang-orang yang membutuhkan.

Infaq merujuk pada pengeluaran harta yang dilakukan secara sukarela. Tidak ada ketentuan jumlah atau syarat khusus dalam infaq—siapa pun dapat berinfaq sesuai kemampuan mereka, dan infaq bisa diberikan kepada siapa saja, baik kerabat, teman, maupun orang lain yang membutuhkan.

Sedekah, di sisi lain, memiliki makna yang lebih luas. Tak hanya berupa materi, sedekah bisa juga dalam bentuk non-harta seperti senyuman, ucapan yang baik, atau bantuan tenaga. Intinya, setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan niat tulus karena Allah dapat bernilai sedekah.


Landasan Hukum dan Dalil

Zakat memiliki dasar hukum yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Ia bersifat wajib dan tidak bisa ditinggalkan oleh Muslim yang telah memenuhi syarat. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi Allah...”
(QS. Al-Baqarah: 110)

Infaq, meskipun dilakukan secara sukarela, tetap memiliki kedudukan penting dalam Islam. Ada infaq yang wajib seperti nafkah untuk keluarga, dan ada pula yang sunnah. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari yang dilalui seorang hamba kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari mereka berdoa: ‘Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfaq.’ Dan yang lain berkata: ‘Ya Allah, binasakan orang yang menahan hartanya.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sedekah bersifat sunnah, tapi memiliki pahala besar. Setiap kebaikan kecil bisa menjadi sedekah, seperti dalam sabda Nabi SAW:

“Jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun hanya bertemu saudaramu dengan wajah yang ceria.”
(HR. Muslim)


Perbedaan Tujuan dan Manfaat

Zakat bertujuan untuk membersihkan harta serta mendistribusikan kekayaan kepada yang berhak, sehingga dapat mengurangi ketimpangan sosial.

Infaq memiliki tujuan sosial dan kemanusiaan—yakni menumbuhkan solidaritas dan membantu sesama dengan cara yang fleksibel dan sukarela.

Sedekah lebih menekankan pada nilai kebaikan dan spiritual. Tujuannya adalah meraih ridha Allah melalui amal kebaikan yang dilakukan kapan saja, dalam bentuk apa saja.


Ketentuan dan Syarat Pelaksanaan

Zakat memiliki aturan ketat terkait jumlah harta (nisab), jangka waktu kepemilikan (haul), serta siapa saja yang berhak menerimanya (mustahik). Karena itu, zakat hanya wajib bagi mereka yang memenuhi persyaratan tersebut.

Infaq tidak memiliki aturan teknis yang ketat. Siapa pun bisa mengeluarkan infaq sesuai kemampuannya, tanpa batasan waktu atau jumlah.

Sedekah bahkan lebih fleksibel lagi. Tidak terbatas pada harta, dan bisa dilakukan kapan saja—bahkan senyuman pun bernilai sedekah jika diniatkan sebagai kebaikan.


Waktu Pelaksanaan

Zakat memiliki waktu tertentu untuk dikeluarkan. Misalnya, zakat fitrah wajib dibayarkan menjelang Idul Fitri, sementara zakat mal biasanya dikeluarkan setahun sekali setelah memenuhi syarat.

Infaq dan sedekah dapat dilakukan kapan saja, tanpa terikat waktu. Ini yang menjadikan keduanya sangat fleksibel dan bisa menjadi ladang amal harian bagi setiap Muslim.


Kesimpulan

Memahami perbedaan antara zakat, infaq, dan sedekah merupakan hal penting bagi setiap Muslim dalam menjalankan ajaran agama secara tepat dan menyeluruh. Ketiganya memang sama-sama berkaitan dengan pengeluaran harta dan amal kebaikan, namun memiliki hukum, tujuan, dan pelaksanaan yang berbeda. Zakat adalah kewajiban yang diatur secara rinci dalam syariat, ditujukan untuk membersihkan harta dan membantu golongan yang berhak menerimanya. Sementara itu, infaq bersifat sukarela dan dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan, sebagai wujud kepedulian sosial. Sedekah memiliki makna yang lebih luas lagi, mencakup segala bentuk kebaikan, baik dalam bentuk materi maupun non-materi, seperti senyum atau ucapan yang menenangkan. Dengan memahami peran dan keutamaan masing-masing, kita dapat lebih bijak dalam mengelola harta serta terus menumbuhkan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai bentuk kewajiban maupun pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam.

#CahayaBeramal #BaznasCimahi #BerbagiItuIndah #Sedekah #baznas_kota_cimahi

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat